Bupati Manokwari, Dominggus Mandacan yang didampingi Sekwilda Sorong Selatan Dortheis Sesa, meresmikan taman kota Isak Samuel Kijne yang berlokasi di Kali Dingin Wosi yang ditandai dengan penggutingan pita,pada Kamis (4/2) malam lalu.
Dalam sambutannya Bupati Mandacan mengatakan, dapat dilihat serta dirasakan bahwa akhir - akhir ini perkembangan fisik kota Manokwari sangat pesat. Namun ruang terbuka seperti taman kota sangat terbatas jumlahnya dan yang ada belum tertata dengan baik. Hal ini mendorong upaya pemerintah daerah untuk menata kembali taman yang ada sehingga diharapkan dapat memperindah kota Manokwari.
Fungsi ruang terbuka bukan hanya memperindah kota, tetapi memberikan kesan kecintaan warga kepada lingkungan. Selain itu juga sebagai ruang interaksi sosial dan juga dapat dimanfaatkan untuk mengenang sejarah. Dan sebagai wadah pembinaan mental dan penyejuk rohani melalui pesan - pesan moral guna mendorong pertumbuhan mental kearah yang lebih baik bagi seluruh warga kota serta memberi kesan baik bagi yang berkunjung ke kota Manokwari.
"Tanpa ruang terbuka, kota nampak jenuh dan akan berpengaruh kepada mental para penghuni kota. Untuk itulah, pentingnya penataan ruang terbuka di kota Manokwari sehingga diharapkan dapat memberi spirit bagi kemajuan pembangunan," paparnya.
Bupati menambahkan, terkait dengan sejarah perkembangan Injil di Tanah Papua, penataan taman I.S Kijne di kota Manokwari diharapkan dapat memberi nuansa damai dan kesejukan sebagaimana kehadiran penginjil di Tanah Papua 155 tahun silam khususnya yang dilakukan secara damai, telah dan akan terus memberi terang dan kedamaian bagi kehidupan umat di tanah Papua.
"Mari kita jaga taman kota ini dengan baik agar dapat selalu terlihat indah dan bersih, sehingga selalu dapat memberikan nuansa kesejukan bagi warha masyarakat kota Manokwari." tuturnya. Pembangunan Taman I.S Kijne ini dibangun dalam dua tahapdan menelan dana Rp. 1,3 Miliar. |